Hanya Untuk-Mu

Filed under: LoVe — truefriendship at 1:07 am on Thursday, October 16, 2008

 

Kulebarkan kain menutup tubuhku

Ku ikuti firman-Mu, berharap menjadi kekasih-Mu

Tapi ampuni aku, Ya Allah….

Hatiku terlalu lemah menahan ujian-Mu…

 

Aku, hanya seperti ini…

Mudah terperdaya dan terhempas ilusi…

Mencoba menguatkan diri, tapi…

Hatiku tak bisa kubohongi

 

Aku malu pada diriku,terlebih pada-Mu…

Kesejuta kalinya, kumohon ampunan-Mu

Jatuhkanlah hati ini hanya untuk-Mu

Jadikan jilbab ini hanya untuk merayu-Mu

 

Aku takut Ridha-Mu jauh dariku

Jauh dari-Mu hanya karena ikhwan ciptaan-Mu

Aku tak ingin membuat-Mu cemburu

Apalagi murka padaku….

 

17 March ‘08

Filed under: Religion — truefriendship at 12:06 am on Monday, March 24, 2008

Tanah_lot_3

Ketika angin sejuk itu menerpa wajahku, ingin rasanya aku terlelap dalam buaiannya…. Dan sejenak aku terlena… Aku tersenyum bahagia dalam dekapannya yang tak bisa kutatap… Hingga akhirnya badai itu melambungkan semua mimpiku menuju gerbang keputusasaan yang telah kututup. Tubuh dan hatiku meronta kesakitan, ingin keluar dari semua itu… Tapi skali lagi aku kembali terpuruk!!!! Ingin rasanya aku menangis, tapi air mataku seakan terhenti Ingin aku tegar menerima semua ini, tapi aku makin sakit Ingin aku tetap tersenyum, tapi aku tak tahan ingin menangis Ingin aku semua tau sakitku, tapi aku tak sanggup mengatakannya…. Aku memang tak akan bisa berbuat banyak untuk diriku sendiri… Tapi selama kehadiranku bisa membuat orang lain bahagia, aku akan mengabdikan hidupku untuk mereka. Tanpa mereka harus membuatku bahagia…. Tapi tak adakah kesempatan untuk diriku bahagia????? Hingga sakit ini mulai merayap ke sela-sela hatiku, Malam itu…. Mungkin hari yang kunantikan pada minggu itu. Jantungku semakin cepat berdetak, aliran darahku juga makin cepat mengalir… Kakiku telah menginjak depan rumah yang tak asing lagi bagiku, dari kejauhan aku mwndengar gelak tawa sahabat2ku dan…….dia, yang lama kunanti dan mungkin sangat kurindu. Tapi ada yang mengganjal pandanganku, sekilas aku sangat familiar dengan postur tubuhnya dan mungkin cara berpakaiannya. Aku makin mendekat kea rah suara2 itu agar aku dapat melihat semua lebih jelas. Belum sampai, aku mendapat pertanda dari salah satu sahabatku & dadaku makin berdebar tak menentu. Ingin sekali kutatap matanya, tapi wanita disampingku menenggelamkan keinginanku&hatiku menyetujuinya. Hingga kumelihat wanita itu memeluknya,,,,,

Sungguh, airmataku sudah mencapai pelupuk mataku. Tapi demi sahabat2ku, aku bertahan dan mencoba tersenyum. Aku menyadari bahwa sikapku malam ini sangat aneh dan abnormal. Aku mencoba jadi orang lain hanya untuk menutupi perasaanku. Memang aku bodoh!!!!! Tapi aku sungguh tak bisa berbuat apa2 selain menuruti hawa nafsuku yang semakin berontak. Aku masih ingat, bagaimana dia memandangku tajam&aku tau itu bukti dia tak suka dengan sikapku malam itu. Tapi, aku benar2 terluka….

Aku tak ingin menceritakan bagaimana sakitnya hatiku malam itu, tapi malam itu benar-benar memberikan makna yang dalam padaku… Tentang hati dan perasaan…

Tentang cinta…

Tentang persahabatan….

Tentang menghadapi kenyataan….

Salah seorang sahabatku dari Bandung pernah mengirimiku artikel khotbah Jum’at yang isinya tentang Do’a… Di akhir doa itu dituliskan Mungkin Tuhan tidak mengabulkan permintaanku, tapi Tuhan memberikan apa yang aku butuhkan” Sejak artikel itu aku baca hingga detik sebelum malam sakit hatiku itu terjadi, aku tak pernah tau artinya. Bukan aku tak ingin bertanya pada orang lain maupun sahabatku yang mengirim, tapi aku benar-benar ingin Allah yang memberitahuku lewat tangan-tangan kekuasaan-Nya. Saat itu aku tau bahwa sahabat-sahabatku masih peduli padaku………..

Memikirkan perasaanku….

Dan berusaha menghiburku….

Dan aku juga tau, bahwa aku salah selama ini….

Harusnya aku sadar bahwa dia tak pernah benar-benar meninggalkanku. Tapi hanya memberi jarak padaku, memberiku ruang untuk kesendirianku, dan aku mendapatkan semuanya….

Aku selalu berharap, berdoa dan meminta pada Allah agar aku bisa menjadi bagian tulang rusuknya yang hilang. Tapi Allah tak memberi tanda bahwa doaku akan dikabulkan-Nya. Aku seperti tak bisa hidup tanpa dia, aku jadi orang yang berfikir sempit dan egois. Dan aku sadar, bahwa aku benar-benar tak punya apa-apa di dunia ini. Semua milik Allah, bahkan hati semua umat-Nya termasuk hatiku dan hatinya. Aku tak bisa berkutik sedikitpun melawan semua takdir dan seluruh kehendak-Nya. Bahkan aku melawan perasaanku sendiripun tak mampu….!!!!!

Tapi Allah menciptakan manusia-manusia lain diluar aku dan dia, merekalah sahabat-sahabatku…. Selama ini aku hanya meminta dan meminta tanpa aku tau apa yang kubutuhkan. Tapi Allah Maha Tahu apa yang ada dalam hati makhlukNya.

Hidupku bisa diwarnai dengan senyum, dihiasi tawa dan dikelilingi oleh cerita kehidupan yang membuat semua yang kulewati dengan mudah, karena kehadiran mereka….

Dalam tulisan ini aku ingin menghaturkan bermilyar-milyar rasa terima kasihku yang mungkin tak sempat aku ucapkan….

Untuk sahabatku Arni…. Aku tak pernah tau bagaimana hidupku tanpa telingamu yang mungkin sering panas dengan cerita-ceritaku… Yang selalu ada waktu menemaniku… Entah itu sampai tengah malam…hingga waktu ulang tahunku ke-19 pukul 1 pagi kmu masih sempat kerumah just for say happy b’day to me… Dan janji kita, “Kita gak akan pernah berubah….” U like my sister…

Sobatku Edi… Thx for ur time for me… Thx buat traktirannya, thx jg udah sering ngajak aku jalan-jalan..

Buat Penjor yang narsis abis U really make me laugh and happy….

PopCorn!!! Walaupun kita hampir gak pernah ketemu, tanpa kabar dan waktu untuk cerita. Tapi kalian tetap sahabatku.

For my team work.. Ibu Rani managerku yang cantik, baik hati, sabar dan sering memberiku inspirasi dalm meraih semua impianku dengan membagi sedikit kisah hidupnya yang menarik., Ibu Ika yang tegas dan sering dengar critaku di waktu kerja, hehehehe Mbak Ayu yang kalem, polos, lugu dan selalu jadi teman setia di kantor klo semua pada pergi…. Aku sangat sangat bersyukur dan bangga bisa bergabung bersama orang-orang hebat seperti kalian…. Maaf yah klo Lely sering bikin semua kesel….

Dan semua sahabatku yang tak mungkin aku jelaskan… Semoga Allah melimpahkan semua Rahmat-Nya untuk orang2 hebat seperti kalian…

Aku tak butuh sahabat yang cantik dan tampan…Aku juga tak berharap punya sahabat yang bermandikan materi.Aku juga tak bermimpi punya sahabat yang pandai dan genius Tapi aku hanya butuh sahabat yang bisa membuatku TERSENYUM….

Saat matadewa bersembunyi dibalik mendung

March 24′08

Az Zahra

About Me, From Me and For Me

Filed under: LoVe — truefriendship at 4:13 am on Monday, March 3, 2008

Tulisan hanyalah tulisan, untuk menggantikan lisan menyampaikan perasaan yang mungkin tak pernah terungkapkan…………

Lidahku kelu begitu juga dengan tanganku, seolah2 layar ini tau apa yang membuatku tak bisa berkata-kata. Hingga saat aku menatapnya, aku cuma membisu dan tak bernyawa….
Ingin aku menangis, tapi air mataku cuma sampai di pelupuk mata.
Ingin aku tersenyum, tapi terlihat memaksa.
Ingin aku tegar dan ikhlas, tapi aku membohongi diri sendiri.
Ingin aku berteriak, tapi aku jadi makin terlihat gila.
Ingin aku diam, tapi jiwaku makin berontak.
Ingin aku sendiri, tapi makin aku terbebani dengan sikapku.
Ingin ku semua orang tau, tapi aku tak punya teman untuk mengungkapkannya.

Aku hanya sebatang kaktus kecil di gurun pasir yang maha luas. Saat matahari membakarku, terdiam sendiri menahan teriknya. Saat malam datang dan dingin menusuk tulang2 pengembara, aku juga tetap sendiri menikmatinya….
Walaupun para khafilah berlalu lalang melewatiku, mereka juga tak akan terusik untuk menemaniku. Berjuta2 spesies merayap2 di sela2 pasir, tapi mereka juga tak menghiraukanku. Dan saat ini aku terluka dan entah kenapa makin hari, lukaku makin parah….
Bahkan aku tak tau, apa dan siapa yang telah melukaiku…
Ingin aku berlari untuk menahan sakitnya, ingin pula aku pergi untuk mencari obatnya. Tapi semuanya nihil, tanpa hasil. Salah kalau aku menangis? Salah kalau aku ingin berteriak? Salahkah pula kalau aku banyak berharap? Ya, mengharap sesuatu yang tak pasti dan mungkin tak akan pernah terjadi…
Aku memang terluka karena pengharapanku, karena doaku sendiri dan mungkin impianku. Kalau memang ini takdirku, aku hanya bisa menunduk pasrah menerimanya…..
Benci, kecewa dan marah pada diriku sendiri…mungkin itu perasaanku saat ini. Aku memang hanya manusia bodoh yang mudah dipermainkan oleh perasaan, waktu dan mungkin oleh diriku sendiri yang mulai lupa diri. Harusnya aku tau, aku hidup dalam dua dunia. Saat aku mulai merengkuh kebahagiaan, saat itu hidupku dalam dunia impian dimulai….Dan saat masalah, kesedihan dan semua yang menyakiti diriku datang, peranku dalam dunia nyata harus dimainkan.
Cuma satu yang bisa kulakukan saat ini, diam dan membisu dalam duniaku yang saat ini mengurungku. Tanpa suara dan pembuktian pada diriku sendiri bahwa aku bisa sembuh dan bangkit….
hal lain yang bisa kulakukan hanya mengabdikan diriku untuk sahabat-sahabatku yang masih membutuhkanku……
tetap setia dan bahagia melihat mereka bahagia. itupun bila kehadiranku masih bisa menyinari hidup mereka, tanpa bisa menyinari hidupku yang mulai gelap.
Meskipun tanpa ada yang tau, bahwa aku juga ingin seperti mereka.

Terima kasih untukmu yang telah menemaniku….
untukmu yang sudi membaca kisahku……..
Untukmu yang rela meluangkan waktu dalam hidupmu, untuk bersahabat denganku….

Saat gerimis…..
di duniaku yang gelap
3 Maret 2008, 18.03 wita

Laili Az-Zahra

Soulmate

Filed under: LoVe — truefriendship at 1:00 am on Wednesday, January 16, 2008

Aku tak tau sejak kapan punya perasaan yang begitu mendalam padamu, hingga detik ini aku belum bisa mengungkapkannya langsung kepadamu….

Tak ada kata-kata ataupun kalimat yang bisa menggambarkan perasaan ini, padahal hanya kalimat sederhana! Tapi kenapa bisa mempengaruhi hati dan jiwaku hingga seperti ini????

Kalaupun nantinya aku tak akan punya kesempatan untuk bersamamu lagi&mengatakan ini semua, setidaknya aku telah mengungkapkan disini….sebagai bukti bahwa selama ini aku benar-benar tulus sayang sama kamu, walaupun hingga detik ini kamu slalu meragukan cinta, ketulusan&kesetiaanku.

Aku tak peduli dengan siapa kamu diseberang sana, tak penting bagiku untuk mengetahuinya, Aku tak peduli walaupun aku cuma Upik abu, yang lusuh, tak berderajat, yang tidak pantas untuk kau banggakan&tidak ada tandingannya dengan Tuan Putri yang ada disampingmu saat ini…

Bagimu mungkin aku cuma seberkas kisah lalu dari kehidupanmu yang tak perlu kau buka kembali, tapi bagiku, kau adalah bagian dari hidupku. Tanpamu, tak akan ada diriku yang sekarang… Diriku yang sudah terlanjur menyayangimu&menerima semua kekuranganmu….

Selama 950 hari dalam hidupku, kuhabiskan bersamamu… Cukup singkat memang, tapi cintaku tak sesingkat itu. Dihatiku, kau memang seorang pahlawan,,,, seperti Popeye. Kau kuat seperti dia, kau juga suka makan seperti dia, kau juga slalu setia melindungiku seperti Popeye yang slalu menolong Olive….

Aku akan tetap menjaga peasaan ini, menjaga segenap cinta yang telah kau beri…

Seolah kau belahan jiwa, meskipun tak mungkin lagi ‘tuk menjadi pasanganmu….

Namun kuyakini cinta, kau kekasih hati….

Popeye"Olive

Persahabatan

Filed under: Uncategorized — truefriendship at 11:59 pm on Tuesday, January 8, 2008

Glitter_images Ada yang bilang cinta itu persahabatan. Dalam cinta pasti ada persahabatan, tapi dalam persahabatan belum tentu ada cinta…

Tanpa persahabatan, hidup ini tak akan pernah berjalan penuh warna, bayangkan saja jika tak ada yang mau bersahabat. Enatah denagn sesama manusia ataupun alam sekitar. Aku menganggap semua disekitarku adalah sahabatku&aku belajar untuk tidak melukainya.

Memang dalam persahabatan ada duri2 yang menusuk, entah itu terlihat ataupun tidak. Entah itu dirasakan atau tidak. Tapi bagiku, duri itu makin membuatku dewasa&mengerti bahwa tidak semua orang bisa bersahabat denganku. Kadang duri itu sangat menyiksaku&membuat tak bisa bernapas, yang jelas mereka tak menyadarinya.

Tapi ada yang bilang padaku, dalam hidup ini semua penderitaan yang kita alami akan membuat kita semakin kuat. Jangan dihitung dari seberapa banyak kamu menangis, tapi seberapa banyak kamu tersenyum. Jangan dihitung dari seberapa banyak kamu terluka, tapi seberapa banyak kamu dicintai. How About you?