Ketika angin sejuk itu menerpa wajahku, ingin rasanya aku terlelap dalam buaiannya…. Dan sejenak aku terlena… Aku tersenyum bahagia dalam dekapannya yang tak bisa kutatap… Hingga akhirnya badai itu melambungkan semua mimpiku menuju gerbang keputusasaan yang telah kututup. Tubuh dan hatiku meronta kesakitan, ingin keluar dari semua itu… Tapi skali lagi aku kembali terpuruk!!!! Ingin rasanya aku menangis, tapi air mataku seakan terhenti Ingin aku tegar menerima semua ini, tapi aku makin sakit Ingin aku tetap tersenyum, tapi aku tak tahan ingin menangis Ingin aku semua tau sakitku, tapi aku tak sanggup mengatakannya…. Aku memang tak akan bisa berbuat banyak untuk diriku sendiri… Tapi selama kehadiranku bisa membuat orang lain bahagia, aku akan mengabdikan hidupku untuk mereka. Tanpa mereka harus membuatku bahagia…. Tapi tak adakah kesempatan untuk diriku bahagia????? Hingga sakit ini mulai merayap ke sela-sela hatiku, Malam itu…. Mungkin hari yang kunantikan pada minggu itu. Jantungku semakin cepat berdetak, aliran darahku juga makin cepat mengalir… Kakiku telah menginjak depan rumah yang tak asing lagi bagiku, dari kejauhan aku mwndengar gelak tawa sahabat2ku dan…….dia, yang lama kunanti dan mungkin sangat kurindu. Tapi ada yang mengganjal pandanganku, sekilas aku sangat familiar dengan postur tubuhnya dan mungkin cara berpakaiannya. Aku makin mendekat kea rah suara2 itu agar aku dapat melihat semua lebih jelas. Belum sampai, aku mendapat pertanda dari salah satu sahabatku & dadaku makin berdebar tak menentu. Ingin sekali kutatap matanya, tapi wanita disampingku menenggelamkan keinginanku&hatiku menyetujuinya. Hingga kumelihat wanita itu memeluknya,,,,,
Sungguh, airmataku sudah mencapai pelupuk mataku. Tapi demi sahabat2ku, aku bertahan dan mencoba tersenyum. Aku menyadari bahwa sikapku malam ini sangat aneh dan abnormal. Aku mencoba jadi orang lain hanya untuk menutupi perasaanku. Memang aku bodoh!!!!! Tapi aku sungguh tak bisa berbuat apa2 selain menuruti hawa nafsuku yang semakin berontak. Aku masih ingat, bagaimana dia memandangku tajam&aku tau itu bukti dia tak suka dengan sikapku malam itu. Tapi, aku benar2 terluka….
Aku tak ingin menceritakan bagaimana sakitnya hatiku malam itu, tapi malam itu benar-benar memberikan makna yang dalam padaku… Tentang hati dan perasaan…
Tentang cinta…
Tentang persahabatan….
Tentang menghadapi kenyataan….
Salah seorang sahabatku dari Bandung pernah mengirimiku artikel khotbah Jum’at yang isinya tentang Do’a… Di akhir doa itu dituliskan “Mungkin Tuhan tidak mengabulkan permintaanku, tapi Tuhan memberikan apa yang aku butuhkan” Sejak artikel itu aku baca hingga detik sebelum malam sakit hatiku itu terjadi, aku tak pernah tau artinya. Bukan aku tak ingin bertanya pada orang lain maupun sahabatku yang mengirim, tapi aku benar-benar ingin Allah yang memberitahuku lewat tangan-tangan kekuasaan-Nya. Saat itu aku tau bahwa sahabat-sahabatku masih peduli padaku………..
Memikirkan perasaanku….
Dan berusaha menghiburku….
Dan aku juga tau, bahwa aku salah selama ini….
Harusnya aku sadar bahwa dia tak pernah benar-benar meninggalkanku. Tapi hanya memberi jarak padaku, memberiku ruang untuk kesendirianku, dan aku mendapatkan semuanya….
Aku selalu berharap, berdoa dan meminta pada Allah agar aku bisa menjadi bagian tulang rusuknya yang hilang. Tapi Allah tak memberi tanda bahwa doaku akan dikabulkan-Nya. Aku seperti tak bisa hidup tanpa dia, aku jadi orang yang berfikir sempit dan egois. Dan aku sadar, bahwa aku benar-benar tak punya apa-apa di dunia ini. Semua milik Allah, bahkan hati semua umat-Nya termasuk hatiku dan hatinya. Aku tak bisa berkutik sedikitpun melawan semua takdir dan seluruh kehendak-Nya. Bahkan aku melawan perasaanku sendiripun tak mampu….!!!!!
Tapi Allah menciptakan manusia-manusia lain diluar aku dan dia, merekalah sahabat-sahabatku…. Selama ini aku hanya meminta dan meminta tanpa aku tau apa yang kubutuhkan. Tapi Allah Maha Tahu apa yang ada dalam hati makhlukNya.
Hidupku bisa diwarnai dengan senyum, dihiasi tawa dan dikelilingi oleh cerita kehidupan yang membuat semua yang kulewati dengan mudah, karena kehadiran mereka….
Dalam tulisan ini aku ingin menghaturkan bermilyar-milyar rasa terima kasihku yang mungkin tak sempat aku ucapkan….
Untuk sahabatku Arni…. Aku tak pernah tau bagaimana hidupku tanpa telingamu yang mungkin sering panas dengan cerita-ceritaku… Yang selalu ada waktu menemaniku… Entah itu sampai tengah malam…hingga waktu ulang tahunku ke-19 pukul 1 pagi kmu masih sempat kerumah just for say happy b’day to me… Dan janji kita, “Kita gak akan pernah berubah….” U like my sister…
Sobatku Edi… Thx for ur time for me… Thx buat traktirannya, thx jg udah sering ngajak aku jalan-jalan..
Buat Penjor yang narsis abis U really make me laugh and happy….
PopCorn!!! Walaupun kita hampir gak pernah ketemu, tanpa kabar dan waktu untuk cerita. Tapi kalian tetap sahabatku.
For my team work.. Ibu Rani managerku yang cantik, baik hati, sabar dan sering memberiku inspirasi dalm meraih semua impianku dengan membagi sedikit kisah hidupnya yang menarik., Ibu Ika yang tegas dan sering dengar critaku di waktu kerja, hehehehe Mbak Ayu yang kalem, polos, lugu dan selalu jadi teman setia di kantor klo semua pada pergi…. Aku sangat sangat bersyukur dan bangga bisa bergabung bersama orang-orang hebat seperti kalian…. Maaf yah klo Lely sering bikin semua kesel….
Dan semua sahabatku yang tak mungkin aku jelaskan… Semoga Allah melimpahkan semua Rahmat-Nya untuk orang2 hebat seperti kalian…
Aku tak butuh sahabat yang cantik dan tampan…Aku juga tak berharap punya sahabat yang bermandikan materi.Aku juga tak bermimpi punya sahabat yang pandai dan genius Tapi aku hanya butuh sahabat yang bisa membuatku TERSENYUM….
Saat matadewa bersembunyi dibalik mendung
March 24′08
Az Zahra